Posted on

Indonesia’s Finest Chocolate Goes PINK!

You read right, Monggo Chocolate has a brand new look! Our newest product made with Rosella, is the perfect way to rejuvenate the chocolate-loving soul.

Naturally Pink Chocolate? 

This phrase could border a copyright infringement because such chocolate apparently already exists courtesy of Swiss manufacturer Barry Callebaut. He claims to have found the “fourth type of chocolate” using a type of ruby cocoa bean that grows only in three countries: Ecuador, Brazil and the Ivory Coast. What a long way to go for some pretty pink chocolate!

Honestly though, what a commendable effort and discovery for the chocolate world! However, that does not make our new product any less pink or proud! What Monggo Chocolate has done is to incorporate the Rosella flower into a new recipe to produce a high quality, premium chocolate that offers both a unique taste, and look.

 

Why Rosella? 

Rosella, or the Hibiscus sabdariffa, is a plant first found in West Africa. Over time, it has spread widely geographically, and found many uses. The pink flowers are used extensively in herbal medicine and are often enjoyed as tea. Scientific studies have confirmed its many health benefits including reducing blood pressure and being rich in antioxidants.

It can get boring to drink an incredibly bitter flower in tea, right? You know what never gets boring? Eating chocolate! Chocolate has undisputed health benefits so we simply combined the two ingredients to bring a healthy and aesthetically pleasing chocolate variant to the market.

The flavour profile of this Rosella is sure to please anyone who dare try this pink perfection. After all, it is 2020 and there are now many different ways to enjoy eating your supplements and superfoods by hiding it in chocolate. So, really, isn’t this such a win-win situation?

Why Go Pink?

Monggo likes to try new things, it’s as simple as that. For chocolate lovers and skeptics alike, here is another chocolate experience for you. We always strive for everyone in Indonesia to be able to indulge in high quality chocolate. It is innovations like these that allow us to continue crafting genuine Indonesian premium chocolate.

Another value we hold dear to our mission is using as many local ingredients as possible. Decreasing our need to import ingredients is one way we tackle the environmental concerns. Rosella not only grows in Indonesia, but it is also something Indonesians are familiar with. This creates a beautiful fusion of everyday ingredients in Indonesia, with the chocolate we produce.

Tell Your Friends

So, go ahead and try out this brand new Rosella flavour and let us know what you think by tagging us on Instagram! Tell your friends about this crazy new chocolate that doesn’t necessarily look or taste like traditional chocolate, but is made of nothing but 100% cacao beans and yes of course, a dash of brilliantly coloured Rosella!

Posted on

Tanggapan Resmi Terhadap Pelanggan

Kepada Yth.

Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia

Bapak Hidayat Aprilianto

Pertama, kami mengucapkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala karunia serta nikmat-Nya bagi kita semua. Kedua, kami juga mengucapkan terima kasih kepada saudara Hidayat Aprilianto atas komentarnya mengenani produk kami (Chocolate Monggo).

Sehubungan dengan tulisan saudara Hidayat Aprilianto pada tanggal 26 Desember 2019 di Facebook mengenai kami (Chocolate Monggo). Khususnya perihal tulisan saudara yaitu :

“jalan jalan ke Monggo Coklat salah satu produsen coklat di jogjakarta yang terkenal milik orang bule. eh nemu tulisan gini. jadi bikin emosi. langsung batal beli produknya. kayaknya saya gak akan makan coklat merk ini lgi“

Link lengkapanya : https://web.facebook.com/hidayat.aprilianto.9

Dan adanya pernyataan dari Ir. Gulat ME Manurung, MP selaku Ketua Umum DPP Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia dalam media

Link selengkapnya: https://sawitindonesia.com/apkasindo-siap-gugat-produsen-chocolate-monggo/

Kami sangat terkejut dengan tanggapan saudara Hidayat Aprilianto di Facebook dan pernyataan dari saudara Ir. Gulat ME Manurung, MP. Kami mohon maaf apabila ada kata-kata yang menyinggung, karena baru sekali kami mendapatkan komentar seperti ini dan kami tidak memiliki niatan tersebut.

Memang terdapat sedikit informasi tentang cokelat compound yang menggunakan kelapa sawit di museum kami (Foto terlampir). Informasi ini sebenarnya beredar di internet, tetapi sangat disayangkan bahwa hanya sebagian informasi yang diperhatikan dari seluruh informasi tentang kakao dan cokelat yang ada di Museum Chocolate Monggo.

Melalui Museum tersebut, kami ingin mengedukasi masyarakat tentang sejarah cokelat, produksi cokelat dan juga ingin menjelaskan kenyataan yang ada tentang petani kakao di Yogyakarta dan daerah lainnya.

Indonesia merupakan produsen kakao terbesar ke-4 di dunia dan kami sangat mendukung industri tersebut. Kami percaya bahwa kakao di Indonesia memiliki potensi yang besar dan akan memiliki dampak positif terhadap kesejahteraan 1.7 juta keluarga yang bergantung pada perkebunan kakao.

Hanya beberapa tahun yang lalu, Indonesia masih di posisi ke-3 namun karena produksi menurun beberapa tahun ini dan petani lokal butuh dibantu untuk kembali semangat membudidayakan kakao di Indonesia.

Chocolate Monggo memproduksi produk cokelat dengan 100% lemak kakao juga untuk mendorong konsumen lebih memilih produk dalam negeri. Sebelumnya produk cokelat premium selalu di import.

Kami sama sekali tidak membuat kampanye negatif terhadap siapapun, ini tidak benar dan kami mengharapkan Bapak/Ibu bisa memperbaiki pernyataan tersebut.

Dan, melalui dokumen ini, kami bermaksud memberikan memohon maaf atas informasi tersebut. Kami mengakui bahwa kesalahan ini terjadi karena kekhilafan kami dalam memberikan informasi (tidak akurat, cenderung melebih-lebihkan), serta tidak melakukan koreksi secara segera setelah informasi yang tidak benar tersebut saudara tuliskan di facebook..

Untuk itu, izinkan kami dalam kesempatan ini meminta maaf.

Sekali lagi kami mengucapkan permohonan maaf kepada Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia dan Saudara Hidayat Aprilianto yang telah merasa dirugikan atas informasi terkait produk kami, kami mengakui kekhilafan kami yang berakibat pada terjadinya pemahaman yang keliru, kami harap saudara berkenan memaafkanya.

Untuk itu kami berjanji:

  1. Tidak akan mengulangi kesalahan/perbuatan tersebut lagi;
  2. Akan terus berbenah dalam mengelola usaha dan produk kami;

Demikian Pemohonan Maaf ini kami sampaikan, atas perhatian dan perkenanya kami haturakan terima kasih sedalam dalamnya.

Kita bersama bisa membuat Indonesia lebih maju apapun jenis komoditasnya!

Yogyakarta, 2 Januari 2020

Hormat kami,

Manajemen Chocolate Monggo