Posted on

Ramadhan Tiba

Untuk merayakan bulan Ramadhan, Chocolate Monggo menciptakan cokelat lembut untuk suasana berbuka puasa yang lebih Indah.

Kami melapisi kurma Tunisia kualitas terbaik dengan cokelat hitam, cokelat putih, cokelat matcha yang diisi dengan praline hazelnut, kacang mete sangrai, praline kopi, yang memberikan kebahagiaan di waktu berbuka. Selain itu, Monggo juga berkreasi dengan box bulan sabit dengan berbagai cokelat pralin untuk merayakan Lebaran dan berbagi bersama keluarga dan kerabat dalam suasana yang hangat.

Jadikan momen bersama keluarga menjadi lebih berkesan dengan produk Ramadhan dan lebaran dari Chocolate Monggo atau berikan sebagai hadiah spesial untuk orang terkasih. Dapatkan produk tersebut hanya di showroom resmi Chocolate Monggo.

Posted on

Ambal Warsa ke-14 Chocolate Monggo “Lebih Asyik, Tanpa Plastik!”

Pada 27 April 2019 lalu di showroom dan kantor pusat Kotagede, Chocolate Monggo sebagai produsen cokelat premium di Indonesia, merayakan hari ulang tahun ke-14 dengan meluncurkan program yang dibalut dalam acara perayaan dengan tema “Lebih Asyik, Tanpa Plastik!”. Pemilihan tema tersebut sebagai sebuah kampanye positif untuk mendukung gerakan pengurangan sampah plastik, mengingat buruknya dampak plastik bagi lingkungan dan  keberlangsungan makhluk hidup.

“Chocolate Monggo sudah menggalakan kepeduliannya terhadap lingkungan dari sejak awal berdiri. Salah satu aksi nyata kami adalah meminimalisir penggunaan plastik di seluruh kemasan produk Chocolate Monggo. Contohnya untuk kemasan produk 40gr dan 80gr kami menggunakan alumunium foil dan kertas ramah lingkungan yang mudah didaur ulang. Selain itu, setiap pembelanjaan produk Chocolate Monggo di showroom resmi kami, akan diberikan paper bag bukan kantong plastik,” ujar Steffen Hitscher Marketing Manager Chocolate Monggo.

Beberapa rangkaian acara yang dilaksanakan dalam perayaan ulang tahun ke-14 Chocolate Monggo kemarin dalam aksi “Lebih Asyik, Tanpa Plastik!” antara lain penanaman pohon kakao (Theobroma Cacao) di sekitar lingkungan Kotagede, workshop daur ulang, serta donasi ke anak-anak panti asuhan dan mengajaknya melakukan Chocolate Creating Experience bersama anak panti asuhan, serta . Tidak hanya itu, dalam acara tersebut Chocolate Monggo sebaik mungkin meminimalisir penggunaan plastik.

Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada Hotel Royal Ambarrukmo Yogyakarta, HS Silver, Lendis Advertising, Puratos, Pangan Lestari, Greeng Inspiration (Printing), Media Centerlink, Hamzah Batik, Hamzah Jakal, Cemerlang, PT. Espera Satya, Narisaq, GCB Cocoa, Bank UOB, Bank Mandiri, Bank BCA, Bakpia Wong, Fave Group On, GL. International, Sumber Praline Utama, Illy Coffee, Margaria, serta Radio MNC 97.0 FM Trijaya Yogyakarta dan I-Radio 88.7 FM Jogja sebagai media partners yang turut serta mendukung acara ini.

Posted on

Kostum Suku Maya

Suku Maya merupakan ahli cokelat pertama yang mengolah cacao menjadi minuman cokelat. Mereka percaya bahwa cacao (Theobroma Cacao) sebagai makanan dewa.

Di Museum and Factory Chocolate Monggo, sejarah tersebut dapat ditemukan dan kami juga menyediakan kostum maya yang dapat disewa.

Dengan menggunakan kostum tersebut, anda akan menjadi seorang bangsawan suku maya yang haus akan cokelat. Untuk menambah pengalaman anda, kami juga menyediakan Chocolate Tasting Experience untuk merasakan buah kakao asli dan beberapa varian minuman cokelat dari kami. Tentunya anda dapat mencipatkan sejarah sendiri dengan befoto saat menggunakan kostum tersebut.

Kostum Maya tersebut dibuat berdasarkan benda-benda budaya Maya yang ditemukan, seperti pahatan pada batu, dokumen kuno (ditulis pada semacam kertas yang terbuat dari tanaman) dan utamanya dari lukisan yang terdapat pada vas dan piring-piring terakota. Semua benda tersebut memperlihatkan pakaian yang dikenakan suku Maya.

Pakaian mereka sangat rumit, kaya akan detil dan warna dan membuat salinan kostum asli suku Maya akan membutuhkan waktu berbulan-bulan.

Posted on

Sampah Plastik dan Usaha Monggo untuk Menguranginya

Sudah lebih dari 8.3 milliar plastik diproduksi sejak 1950. Beratnya setara dengan 80 juta paus, 1 juta gajah, atau 822.000 menara eiffel. Sayangnya, hanya 9% dari jumlah tersebut yang sudah didaur ulang dan sisanya masih berserakan di tempat pembuangan sampah bahkan laut.

Perlu diketahui, rata-rata setiap plastik dipakai hanyalah selama 12 menit. Padahal butuh waktu 1000 tahun untuk dapat terurai.

Dari beberapa studi, Indonesia merupakan penyumbang sampah plastik terbesar kedua setelah Tiongkok. Berdasarkan jurnal Nature Communication, Indonesia diperkirakan menyumbang lebih dari 200.000 ton sampah plastik yang utamanya berasal dari Jawa dan Sumatera. Dapat disaksikan bahwa kali dan sungai disekitar kita penuh oleh sampah, plastik khususnya, yang menyebabkan banjir saat musim hujan. Bahkan, empat sungai di Indonesia masuk dalam 20 sungai paling kotor di dunia.

Kita tidak sadar bahwa makanan kita mungkin saja terdapat micro-plastic. Semua berawal dari plastik yang terbuang kelaut, dan dimakan oleh hewan-hewan yang menjadi panganan kita sehari-hari seperti ikan dan ayam.

Chocolate Monggo dan Kepeduliannya Terhadap Lingkungan

Tidak hanya membuat cokelat yang lezat, Chocolate Monggo juga peduli terhadap kelestarian lingkungan, khususnya tentang sampah plastik.

Seluruh produk cokelat batangan dari Chocolate Monggo tidak menggunakan kemasan plastik. Namun menggunakan alumunium foil, serta kertas tersertifikasi FSC (Forest Stewardship Council) yang dibuat dari hutan yang dikelola secara berkelanjutan dan bertanggungjawab.

Chocolate Monggo juga merasa bertanggung jawab untuk mengingatkan konsumen pentingnya membuang sampah. Hal ini diwujudkan dalam bentuk visual pada kemasan Chocolate Monggo dengan menggambarkan seorang pria jawa yang membuang sampah pada tempatnya.

Tidak hanya itu, Chocolate Monggo menggunakan paper bag dari kertas daur ulang untuk para pelanggan kami. Paper Bag yang digunakan lebih mudah terurai oleh alam dibandingkan dengan tas plastik dan dapat digunakan kembali. Kami juga menggunakan sedotan kertas, gelas kertas untuk minuman kami, serta wadah kertas untuk takeaway.

Ikuti instagram kami untuk mengetahui seluruh upaya Chocolate Monggo untuk menjaga lingkungan atau kunjungi pabrik kami di Yogyakarta.

Posted on

Perayaan Paskah

Chocolate Monggo menciptakan produk-produk khusus pada hari-hari tertentu untuk mereka yang senang berbagi dengan orang tersayang. Paskah segera tiba dan Chocolate Monggo mempersiapkan beberapa produk untuk merayakannya.

Selama bertahun-tahun, orang-orang Eropa merayakan Paskah dengan tradisi berburu telur, khususnya anak-anak. Biasanya, telur yang sudah dihias akan disembunyikan oleh para orang tua dan para anak-anak akan mencarinya.

Sampai dengan saat ini, telur paskah dan kelinci paskah yang terbuat dari cokelat, tidak dapat dipisahkan dalam perayaan Paskah. Kalian bisa mendapatkan telur cokelat dan kelinci cokelat dalam berbagai ukuran, dengan isian ataupun tanpa isian, di showroom Chocolate Monggo. Telur Paskah Raksasa ini dibuat dengan Cokelat Hitam dengan 58% Kakao yang menyenangkan bagi para pemburu, khususnya anak-anak.

Posted on

Kedai Cokelat Monggo

Budaya café semakin berkembang di Indonesia, terutama karena generasi yang lebih muda, yang mengkategorikan café tidak hanya sebagai tempat untuk bersantai dan berbaur namun juga untuk melakukan kegiatan lain yang lebih formal dan produktif, seperti belajar, bekerja, atau melakukan pertemuan bisnis. Karena hal ini, kopi menjadi minuman yang populer sedangkan ketersediaan minuman cokelat masih cukup langka.

Di monggo, kami menyajikan aneka minuman cokelat dengan kualitas sebaik produk-produk cokelat batangan kami. Temukan minuman cokelat di kedai cokelat kami yang berada di museum and factory Chocolate Monggo, Bangunjiwo. Dibumbui aksen jawa yang terbuka dan menyatu, sedikit modern namun dengan gaya bangunan jawa, yaitu, Joglo yang dipenuhi gebyok (dinding ukiran kayu jawa) disekelilingnya. Kedai ini adalah tempat yang pas untuk menghabiskan waktu.

Mari berfokus pada menu minuman kami. Berbagai minuman cokelat panas dan dingin tersedia dalam beragam presentasi kandungan kakao yang berbeda, mulai dari Milk, Dark Chocolate dengan 58% kakao, dan Dark Chocolate dengan 69% kakao, hingga Dark chocolate dengan 77% kakao. Semua minuman yang diasajikan hanya menggunkaan cokelat asli dan susu tanpa gula tambahan.

Kami seringkali mendapat pertanyaan mengapa Monggo tidak menawarkan bubuk minuman cokelat. Bagi kami, cokelat tidak dibuat dengan hanya menggunakan bubuk cokelat. Cokelat yang otentik harus diolah dari kakao dan lemak kakao, bagian murni dari biji kakao yang tidak hanya memberikan cita rasa dan sensasi mulu tetapi juga mengnadung nutrisi. Kami hanya menyajikan minuman cokelat asli dan otentik. Setelah mencobanya, anda akan menyadari bahwa minuman kami memiliki lebih dari sekedar rasa manis. Akan tercium aroma khas dari buah kakao dan citasa kuat yang cenderung apahit, tergantung dengan kadar persentasi yang anda pilih.

Selain minuman cokelat otentik kami, ada juga minuman yang mengkombinasikan kopi dengan cokelat khas Monggo, yaitu “Choco Moko”. Kedai kami juga menawarkan makanan ringan yang diolah dengan keahlian Chocolatier dari Belgia khas Monggo. Nikmati menu “Galettes”, pancake ala Perancis dengan berbagai isian, seperti, Salty Careamel, Hazelnut, dan Brown Sugar.

Kita menjalankan Kedai ini dengan konsep ramah lingkungan dengan menyajikan minuman kami dengan sedotan kertas, cangkir kertas, dan boks kertas untuk makanan yang dibawa pulang.

Datang dan kunjungi kami. Jangan lupa untuk mencicipi semua sajian unik dari cokelat lembut khas Monggo dengan atmosfer yang njawani.