70-534 test material 70-534 practice exam 300-070 key point 300-070 exam dumps

Tentang Cokelat – Chocolate Monggo
Produksi – Bean to Bar:
Pohon Kakao
01

Proses pembuatan cokelat dimulai dari biji kakao yang berasal dari pohon kakao yang tumbuh di iklim tropis dengan curah hujan tetap yang sesuai

Produksi – Bean to Bar:
Biji Kakao
02

Setelah dipanen, buah kakao dibuka untuk memperoleh biji kakao yang terdapat di dalamnya. Dalam satu buah kakao, biasanya terdapat 20 hingga 50 biji kakao.

Produksi – Bean to Bar:
Fermentasi
03

Fermentasi merupakan proses metabolisme yang penting untuk mengubah biji kakao menjadi cokelat yang pekat dan kaya akan cita rasa. Proses ini pada umumnya dilakukan selama 5 hari secara langsung di kebun kakao.

Produksi – Bean to Bar:
Pengiriman dan Pengecekan
04

Kami menerima biji kakao yang sudah difermentasi dari para petani mitra kami. Sebelum diproses, tim quality control akan mengambil sampel untuk mengecek ukuran dan kualitas yang sesuai dengan standar kami.

Produksi – Bean to Bar:
Sangrai
05

Biji-biji kakao dipanaskan dalam mesin sangrai. Durasinya bervariasi, mulai dari yang cepat hingga lambat, tergantung jenis dan ukuran dari biji kakao.

Produksi – Bean to Bar:
Pemecahan dan Pemisahan
06

Mesin pemecah dan pemisah membantu untuk memisahkan cangkang yang tidak dapat dikonsumsi. Roda mekaniknya menggiling dan memecah biji menjadi lebih kecil. Di dalam mesin, pecahan kakao dan cangkangnya dipisah menggunakan kipas angin yang akan meniup cangkang dan mengumpulkan potongan kakao murni yang dikenal sebagai 'cocoa nibs.'

Produksi – Bean to Bar:
Gilingan Kasar
07

Mesin gilingan kasar menggiling 'cocoa nibs' menjadi adonan massa kasar, yang juga disebut kakao massa atau 'chocolate liquor,' salah satu bahan utama pembuatan cokelat.

Produksi – Bean to Bar:
Gilingan Halus
08

Kakao massa dengan mentega kakao dan gula dimasukkan ke dalam stone-grinder, dua roda granit akan mengaduk, menghaluskan, dan mencampur semua bahan menjadi satu. Hasil akhir dari proses ini sudah bisa disebut sebagai cokelat.

Produksi – Bean to Bar:
Conching
09

Mesin 'conche' digunakan untuk mengaduk adonan cokelat dengan gerakan konstan sementara udara panas tersirkulasi melalui proses pencampuran. Proses inilah yang akan menciptakan karakteristik rasa, aroma, dan sensasi mulut dari Chocolate Monggo.

Produksi – Bean to Bar:
Tempering
10

'Tempering' merupakan proses penting dalam pembuatan cokelat. Proses ini bertujuan untuk memastikan bahwa lemak kakao tercampur dengan baik sehingga ketika dicetak cokelat dapat mempertahankan warna, bentuk, dan tekstur.

Produksi – Bean to Bar:
Pencetakan
11

Untuk membuat cokelat batangan, cokelat yang sudah melalui proses 'tempering' dituang ke dalam cetakan. Bentuk dan ukuran cokelat yang dicetak tergantung dengan cetakan yang dipilih, dari yang tablet hingga berbagai macam bentuk. Cokelat premium dengan kandungan lemak kakao 100% akan menghasilkan tampilan cokelat yang megkilap ketika keluar dari cetakan.

Produksi – Bean to Bar:
Pendinginan dan Unmoulding
12

Setelah didinginkan, cokelat yang melewati proses tempering dengan sengan sempurna dapat dikeluarkan dari cetakan dengan mudah.

Produksi – Bean to Bar:
Kemasan Primer
13

Di ruangan terpisah dengan suhu dingin yang sesuai standar, cokelat dikemas menggunakan alumunium foil agar cokelat terhindar dari segala bentuk kontaminasi.

Produksi – Bean to Bar:
Kemasan Sekunder
14

Setiap produk memiliki kemasan sekunder, yaitu, kemasan kertas. Disini, cokelat sudah siap dinikmati.

Sejarah Cokelat

Lukisan Suku Aztec

Cokelat sudah dikonsumsi sejak 4.000 tahun yang lalu oleh suku kuno dari Amerika Selatan. Dengan bahan tambahan, seperti, cabai, air, dan bubuk kakao, suku-suku kuno tersebut menyiapkan minuman cokelat dengan karakter rasa yang kuat dan pahit.

Chocolatiére

Kakao dibawa dari Amerika Selatan pada abad ke-16 oleh conquistador Spanyol, cokelat menjadi minuman eksklusif dan mewah bagi keluarga kerajaan.

The Chocolate-Boom

Tidak butuh waktu lama hingga akhirnya cokelat dikenal dan tersebar di seluruh Eropa. Dengan berkembangnya industri dan teknik pengolahan biji kakao, cokelat mulai tersedia bagi kalangan menengah. Hal ini menyebabkan banyaknya produsen cokelat yang bermunculan pada abad ke-19. Sejak saat
itu popularitas cokelat meningkat di seluruh dunia.

Praline, Cokelat Belgia

Dedikasi Chocolate Monggo terhadap cokelat praline dapat Anda temukan di PRALIN, café kami yang menyediakan seluruh produk otentik cokelat praline khas Chocolate Monggo yang dibuat oleh ahli cokelat dari Belgia.

Cokelat praline diciptakan oleh Jean Neuhaus, ahli cokelat asal Belgia pada tahun 1912. Praline merupakan cokelat isian dengan lapisan cokelat yang menyelimuti bagian tengah yang lembut.

Praline tersedia dalam berbagai bentuk dan isian yang berbeda. Pasta kacang merupakan isian paling populer.

Praline memiliki kesan elegan dan mewah sehingga diperlukan juga kemasan yang sesuai untuk menjaga keamanan produk. Pada tahun 1920, Neuhaus menemukan solusinya, yaitu, dengan merancang kemasan khusus berbentuk 'trapesium' atau 'trapezoidal'.

Manfaat Cokelat Bagi Kesehatan
01

Pada dasarnya cokelat menyehatkan. Cokelat hitam lembut dengan kesan rasa pahit yang khas, memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Terutama jika terbuat dari 100% lemak kakao murni (tanpa minyak nabati lainnya) dan dengan kandungan kakao tinggi tentu memiliki banyak manfaat yang lebih terasa.

02

Cokelat mengandung theobromine, kafein, dan berbagai zat baik lainnya yang dapat meningkatkan fungsi mental dan fisik.

03

Mengonsumsi cokelat batangan ketika merasa sedih dapat meningkatkan semangat yang distimulasi serotonin dan endorphin. Zat yang dapat memberikan rangsangan kimia alami bagi otak untuk memicu perasaan bahagia sekaligus berguna sebagai anti-depresan.

04

Satu batang kecil cokelat hitam setiap hari dapat membantu menjaga kesehatan jantung dan sistem kardiovaskular agar berfungsi dengan baik. Hal ini disebabkan oleh kadar antioksidan tinggi yang terdapat pada cokelat hitam (hampir 8 kali dari jumlah antioksidan yang terdapat di stroberi).

05

Cokelat paling sehat adalah cokelat hitam dengan presentase kandungan massa kakao tinggi, atau biasa disebut cokelat hitam. Itulah mengapa cokelat putih dan cokelat susu memiliki kandungan nutrisi yang lebih rendah dari cokelat hitam.